Lima Siksaan atau Ancaman bagi Pelaku Transaksi Riba
Minggu, 12 November 2017 - 07:24:51 WIB
Kategori: Ekonomi Syariah - Dibaca: 81 kali

Ulama telah ijma’ (sepakat) atas asli haramnya riba (Hasyiatu ash-Shu’aidy ’ala Kifayati al-Thalib 2/99, al-Majmu’ 9/390, al-Mukadimat libni al-Rusyd 501-502).

Al-Sarakhsy berkata: Allah ta’ala menyebutkan bagi orang yang makan riba ada lima siksaan, yaitu:

1.    Bangun dari kubur berdirinya seperti orang yang kesurupan setan/gila. Allah ta’ala berfirman:

الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لاَ يَقُومُونَ إِلاَّ كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّ   .. الأية سورة البقرة : ٢٧٥

Orang-orang yang makan riba mereka tidak berdiri dari kubur kecuali seperti berdirinya orang yang kesurupan setan/gila.

عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ: {الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبٰوا لاَ يَقُومُونَ إِلاَّ كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ} [سورة البقرة: ٢٧٥] الآيَةَ، قَالَ: «يُبْعَثُ آكِلُ الرِّبَوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَجْنُونًا يَخْنُقُ» (الطبري فى تفسيره)

Dari Sa’id bin Jubair “Orang yang makan riba tidak bangun dari kubur kecuali seperti bangunnya orang yang kesurupan setan dari gila” al-Baqarah ayat 275 al-ayat. Dia berkata: dibangkitkan orang yang makan riba pada hari kiamat dalam keadaan gila lagi mengamuk .

2.Orang yang makan riba hartanya rusak atau binasa atau hilang barakahnya sehingga dia tidak bisa bersenang-senang dengan harta itu dan tidak bisa memanfaatkannya sampai ke anak turun sesudahnya. Allah berfirman:

يَمْحَقُ اللهُ الرِّبٰوا وَيُرْبِى الصَّدَقٰتِ  سورة البقرة : ٢٧٦

Allah menghapus (barakahnya) riba dan menyuburkan (mengembangkan) shadaqah-shadaqah.

وَالْمُرَادُ الْهَلاَكُ وَالاِسْتِئْصَالُ ، وَقِيلَ : ذَهَابُ الْبَرَكَةِ وَالاِسْتِمْتَاعِ حَتَّى لاَ يَنْتَفِعَ بِهِ ، وَلاَ وَلَدُهُ بَعْدَهُ .

Yang dimaksud dalam ayat ini adalah kerusakan dan kebinasaan riba dan dikatakan pula maknanya: Hilang barakahnya dan hilangnya bisa bersenang-senang dengannya, sehingga dia tidak bisa mengambil manfaat dan juga anak-anaknya sesudahnya.

3.Allah dan Rasul-Nya tidak pernah memaklumatkan peperangan kepada orang yang berbuat maksiat kecuali kepada orang yang makan riba. Allah berfirman:

فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللهِ وَرَسُولِهِ   سورة البقرة : ٢٧٩ .

Beritahukanlah kepada mereka (orang yang makan riba) peperangan dari Allah dan Rasul-Nya.

4.Orang yang menghalalkan riba hukumnya kafir, karena dia mengingkari hukum/sesuatu dari urusan agama yang mau tidak mau setiap muslim secara dharurat wajib mengetahuinya. Allah berfirman:

وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبٰوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ   سورة البقرة : ٢٧٨

Tinggalkanlah apa-apa yang tersisa dari riba jika kalian orang-orang yang beriman.

Setelah Allah menyebutkan riba Allah berfirman:

وَاللهُ لاَ يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ   سورة البقرة : ٢٧٦

Dan Allah tidak senang kepada tiap-tiap orang kafir yang berdosa.

أَيْ : كَفَّارٍ بِاسْتِحْلاَلِ الرِّبٰوا ، أَثِيمٍ فَاجِرٍ بِأَكْلِ الرِّبٰوا

yakni orang kafir, dengan sebab menghalalkan riba, orang yang berdosa lagi menyimpang, dengan sebab makan barang riba.

5.Orang yang makan riba kekal di dalam neraka (al-Mabsuth 12/109-110). Allah berfirman:

وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ   سورة البقرة : ٢٧٥

dan barang siapa mengulangi maka mereka adalah penghuni neraka yang kekal di dalamnya.

By : Administrator