Pembiayaan Murabahah (5)

Melangsungkan Akad Murabahah

     Apabila LKS mendapatkan potongan harga dari penjual maka harga perolehan yang dicantumkan dalam akad murabahah adalah harga setelah potongan harga tersebut.

     Wajib hukumnya harga perolehan barang dan keuntungannya di dalam jual beli Murabahah ditentukan dan diketahui kedua belah pihak ketika penandatanganan akad Murabahah.

     Boleh disepakati cara pelunasan harga barang pada jual beli Murabahah dengan cicilan yang waktunya disepakati bersama sehingga jadilah harga barang tersebut utang Nasabah yang wajib dia bayar ketika jatuh tempo yang telah disepakati dan tidak boleh setelah itu meminta tambahan baik dengan sebab penambahan tenggang waktu maupun sebab keterlambatan.

Isu-Isu Syariah

·   Murabahah dapat terjebak ke dalam akad tawarruq sehingga tidak terjadi transfer of ownership secara nyata dari Bank kepada Nasabah.

·   Adanya mark up keuntungan didasarkan pada pembiayaan secara non-tunai dianggap sebagai konsep value of time yang bertentangan dengan nilai syariah.

·   Apabila tidak ada aktivitas penyerahan obyek pembiayaan Murabahah maka kontrak yang terjadi akan jatuh sebagai akad pinjam meminjam.

·   Rescheduling atau roll over pada nasabah tidak mampu bayar Murabahah dianggap
sebagai bentuk riba akibat pembebanan biaya tambahan atas kompensasi pertambahan waktu.

·   Pemberian potongan dalam Murabahah bagi Nasabah yang melakukan pelunasan
lebih awal dari waktu yang telah disepakati apabila telah diperjanjikan.

 

·   Akad wakalah ditandatangani bersamaan dengan akad murabahah.

Diterbitkan Pada : Sabtu, 11 November 2017 - 14:42:41 WIB
Kategori: Ekonomi Syariah
Dibaca: 293 kali